more than just radio

more than just radio
pro2
Tampilkan postingan dengan label BIOGRAFI ARTIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOGRAFI ARTIS. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 November 2007

Biografi Artis Edisi 6 Nov 2007

Dewi Dewi

Obsesi Ahmad Dhani untuk mencetak idola baru di ranah industri musik tanah air, sepertinya tak main-main. Perilaku preventif langsung ditunjukkan pentolan Dewa 19 ini dengan pola penyapihan pada trio vokal Dewi Dewi.
Penerapan pola bisa langsung ditilik lewat album debut DEWI DEWI RECYLE + di JK7 The Rock Cafe Grand Flora Kemang, Kamis (24/5).
Bentuk penyapihan ini termaktub dalam materi lagu yang diguyurkan Dhani, dengan hanya menyisipkan dua lagu gress Dokter Cinta dan Begitu Salah Bagitu Benar, sisa 10 lain kecuali Love Of My Life milik Queen, menjadikan Tita, Purie dan Ina mesin daur ulang lagu-lagu milik Dewa atau karya Dhani yang pernah dilantunkan penyanyi lain.
Sebagai grup bentukan dari ajang pencarian "OBSESI DEWA 19 MENCARI DEWI DEWI", trio ini dapat disebut sebagai grup turunan Dewa. Maka menjadi semacam "kewajiban" mereka membawakan lagu-lagu hits Dewa 19 dan Dhani. Pola ini akan berlangsung sampai dua album Dewi Dewi berikutnya. Pengedepanan penyapihan atau kerennya dapat disebut asupan ini juga karena efesiensi waktu seperti yang dijabarkan Dhani.
"Saya percaya dengan mereka 100% tetapi saya tidak percaya dengan waktu saya, semenjak usai menangani Reza di Keabadian ada kevakuman untuk memproduseri orang lain, konsentrasi saya terfokus pada Dewa apalagi waktu itu Once baru masuk sebagai vokalis. Dewi Dewi dapat dikatakan semacam side job yang bisa memudahkan untuk urusan waktu itu alasan kenapa Dewi Dewi ada. Kalau dengan materi baru mungkin bisa sampai 3 tahun album bisa keluar. Untuk sementara tiga album awal akan under control kemudian album keempat bisa dipegang musisi lain."
Walau hanya sebagai side job seperti dikatakannya, Dhani merasa yakin akan nasib Dewi Dewi ke depan. Bos Republik Cinta Artis Manajemen ini mengunakan indikator tawaran manggung Dewi Dewi yang selalu sold out pra launching album.
"Dengan apa yang telah dijalani, ke depan dapat diindikasikan ini bisa diterima masyarakat namun bukan indikasi untuk sukses. Dan saya melihat puncak Dewi Dewi ada pada single kedua Begitu Salah Begitu Benar," kata Dhani.

Keoptimisan Dhani bukan tanpa dasar, album besutan Republik Cinta Artis Management bekerjasama dengan Prima Pelangi Record dan EMI Music Indonesia menyuguhkan satu kolaborasi unik dan sexy dari karakter suara ngerock milik Tata, jazzynya Ina dan Purie yang ngepop. Hal ini diamini pula oleh EMI Music Indonesia yang yakin Dewi Dewi diatas kertas akan sukses dan memberikan warna tersendiri di kancah musik Indonesia.
Kejelian Dhani dalam membaca perkembangan musik di tanah air juga diimbangi dengan sikap elegant dalam menangani Dewi Dewi. Sadar sebuah grup berpersonil perempuan jarang bisa bertahan lama karena faktor kewanitaannya dengan melongok apa yang pernah terjadi di AB Three, Dhani melakukan pendekatan yang lentur sekaligus liat, "Konsep Dewi Dewi adalah sebagai singer club, dimana suatu saat mereka bisa berkembang dan bisa bersolo karir silahkan saja kita ambil enaknya, tetapi kalau mereka nurut akan lebih enak mengaturnya seperti Dewa 19 yang bisa bertahan sampai 15 tahun."

Selasa, 30 Oktober 2007

BIOGRAFI ARTIS....Edisi Selasa 30 Okt 2007




Waktu Itu:
Ada Band mulai eksis tahun 1993, waktu itu mereka masih jadi spesialisasi pembawa lagu-lagu Top 40. Formasi pertama diperkuat oleh Ibrahim "Baim" Imran (gitar & vokal), Herry (kibor), Iso Eddy H (kibor), Elif "E´el" Ritonga (dram) dan Suriandika "Dika" (bas).Keistimewaan Ada Band terletak pada para personelnya yang merupakan musisi-musisi berkualitas dan berprestasi serta memiliki latar belakang musik yang berbeda. Hal ini ternyata mampu menghasilkan leburan aransemen unik. Leburan itulah yang terlihat di album perdana mereka, "Seharusnya" (1997). Album kedua Ada Band, "Peradaban" (2000) yang diproduksi oleh BMG Indonesia lahir setelah mereka absen sekitar dua tahun. Dari album ini, lahir hit "Oughh..!!" dan "Bilakah". Menjelang penggarapan album Tiara, Ada Band kehilangan dua personelnya, yaitu Iso dan E´el. Namun saat merilis Tiara, Mei 2001, grup ini dengan cepat mengisi kekosongan dengan merekrut Rama sebagai dramer baru. Sementara posisi kibordis yang ditinggalkan Iso dibiarkan kosong. Terlahir Kembali! Sayangnya, di pertengahan tahun 2002, Ada Band dibubarkan sepihak oleh Baim. Ia sendiri lantas merilis album solo bertajuk Fresh!. Pembubaran ini tidak berlangsung lama, karena beberapa bulan kemudian, dengan pertimbangan matang, Krishna, Dika dan Rama (para eks personil Ada band) ternyata kembali menghidupkan Ada Band. Menyambut kelahiran kembalinya itu, Ada Band memperkuat formasi dengan merekrut gitaris dr.pm (Marshall) serta vokalis baru asal Surabaya yang berhasil mengungguli puluhan kandidat lain, Donnie. Mengenai kehadiran 2 personel baru ini Dika sang basis menyebutkan bahwa, "Marshall punya sesuatu yang bakal bikin Ada Band semakin berkembang, dan Donnie punya warna suara yang kita mau." Dengan formasi ini, Ada Band merilis album Metamorphosis di bawah naungan EMI Indonesia, pada pertengahan Februari 2003.dan di tahun 2007 ini Ada band kembali merilis album dengan tajuk Sinema Story yang merupakan Ost. dari film SELAMANYA yang di bintangi oleh dimaz seto...dan jullie eslelle
DISKOGRAFI:
1997 – Seharusnya
1999 – PerADAban
2001 – Tiara
2003 – Metamorphosis
2004 – Discography

2005 – Heaven of Love

2006 – Romantic Rhapsody

2007 -- Sinema Story