Minggu, 25 November 2007
Ruang Universitaria Edisi 26 Nov 2007
Senin, 19 November 2007
RUANG Universitaria Edisi Selasa 20 Nov 2007
Hatta Rajasa yang Menteri Sekretaris Negara ini mengalahkan empat kandidat lainnya dalam penghitungan suara di Aula Timur ITB di Bandung
Kandidat lainnya, Boyke Winarno yang merupakan alumnnus Jurusan Fisika Teknik 1979 meraih 421 suara, dan kandidat termuda angkatan 1996 Teknik Lingkungan, Zaid Perdana mendapatkan 271 suara.
Kejar-kejaran angka sempat terjadi pada awal penghitungan suara antara Betty, Hatta, dan Triharyo (Hengki) hingga membuat ratusan penonton yang memenuhi Aula Timur bertepuk tangan.
Penghitungan suara yang dimulai pukul 15.30 hingga 19.30 tersebut sempat diwarnai protes dari seorang penonton, yang mengusulkan panitia mempercepat pembacaan surat suara. Hal ini dikarenakan dalam waktu satu jam, baru 100 kertas suara yang baru dibacakan.
Akhirnya panitia tidak lagi menambah embel-embel kata "sah" setelah nama kandidat sehingga pembacaan hasil pencoblosan berlangsung agak cepat.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, Hatta unggul di hampir seluruh TPS, sedangkan Betty unggul di TPS Kepulaun Riau, Bontang, Singapura, dan Bali serta Triharyo unggul di Banten .
Lutfi Hamid mengatakan pengukuhan ketua terpilih hasil kongres ini akan langsung dilaksanakan pada di Aula Barat ITB. Ketua terpilih akan memilih kabinet untuk kepengurusan IA ITB 2007-2011 dan langsung merencanakan berbagai program yang akan dilaksanakan.
Pemungutan suara dilakukan di Banda Aceh, Medan, Batam, Palembang, Bangka, Pekanbaru, Padang, Tangerang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Bontang, Makassar, Manado, Singapura, Kuala Lumpur (Malaysia), dan Wina (Austria).
Rektor IPDN, Johanis Kaloh, di Bandung, Minggu (18/11), mengatakan, sebagai bentuk persiapan menghadapi 2008, saat ini sudah ada tim yang bernama Tim Implementasi Pembenahan Pendidikan Kader Pemerintahan.
Tim terdiri atas pembina (Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Nasional, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara), penasehat (Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bapenas).
Kemudian pengarah yang terdiri dari Kepala Badan Kepegawaian Negara, Inspektur Jenderal Depdagri, Dirjen Otda Depdagri, Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, Dirjen Kesbangpol Depdagri, Dirjen BAKD Depdagri, Dirjen Anggaran Depkeu, Deputi Kelembagaan Kementerian PAN, dan Tim Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan di IPDN.
Selaku Penanggung jawab adalah Sekjen Depdagri dan wakil penanggung jawab Kepala Badan Diklat Depdagri serta Rektor IPDN.
Kaloh mengatakan, pembentukan tim tersebut didasarkan pada Keputusan Mendagri Nomor 890.05-506 tertanggal 9 November 2007 tentang Tim Implementasi Pembenahan Pendidikan Kader Pemerintahan.
"Tim ini dibentuk untuk mempersiapkan upaya-upaya pembenahan IPDN, termasuk menyiapkan IPDN regional yang akan berganti nama menjadi IIP," kata Kaloh.
Tugas tim di antaranya mempersiapkan sistem pendidikan, penataan kelembagaan dan sumber daya manusia, penyiapan sarana, prasarana, dan anggaran, serta penyiapan urusan administrasi dan keuangan.
"Diharapkan juga, salah satu tugas tim dapat menyiapkan prosedur dan proses penerimaan calon praja tahun 2008," ujarnya.
Pada rapat perdana yang dipimpin Sekjen Depdagri Diah Anggraeni pada Jumat (16/11) disebutkan bahwa tim harus segera bekerja secara koordinatif, imbuh Kaloh.
Belum mengarah regional
Sementara itu, Juru Bicara Depdagari, Saut Situmorang, menjelaskan bahwa penerimaan calon praja tahun 2008 belum mengarah pada regional.
"Tergantung pada kesiapan dari pengajar dan infrastuktur regional. Jika sudah siap, maka nantinya juga akan dialihkan," kata Saut.
Pengalihan didasarkan pada kesiapan daerah. Praja akan dialihkan ke wilayah yang relatif siap. Namun, selama menunggu daerah siap, maka penerimaan praja dilakukan di IIP Jatinangor, Sumedang, Jabar, yang sebelumnya bernama IPDN.
Selasa, 13 November 2007
Ruang Universitaria Edisi Jum'at 16 Nov 2007
Makalah berjudul “The Role of Cable Radio in Disseminating Information and Advancing Awareness of Low Level Employees in SIER Industrial Area of Surabaya” itu dipresentasikan bersama puluhan makalah lainnya yang berasal di antaranya dari Jepang, Amerika Serikat, Hongaria, Malaysia, Filipina, Thailand, Bangladesh dan beberapa universitas di Indonesia.
Simposium internasional itu diselenggarakan oleh Pusat Teknologi dan Komunikasi Departemen Pendidikan Nasional, dengan tujuan menjaring ide dengan saling berbagi informasi tentang penggunaan teknologi komunikasi dan informasi untuk pembelajaran terbuka (open), jarak jauh (distance), dan dan e-learning.
Selain itu, simposium juga akan merekomendasikan pengembangan pelaksanaan teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia untuk Open, Distance dan e-Learning. Diundang sebagai pembicara kunci Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, Menteri Informasi dan Telekomunikasi Prof Dr Muhammad Nuh, Mae Chu Chang dari Bank Dunia, dan Prof Dr Insung Jung dari International Christian University Tokyo.
Dalam makalahnya Anang Sujoko dan Fitri Hariana Oktaviani mengungkapkan, penyebaran informasi yang efisien dan efektif di perusahaan besar yang memiliki banyak pekerja, terutama dari tingkat manajerial hingga golongan pegawai rendah memerlukan sebuah proses. Hal itu merupakan sebuah situasi kompleks yang harus dihadapi oleh banyak perusahaan.
Proses penyebaran informasi dimulai sejak para pegawai dipandang menjadi salah satu aset penting perusahaan, dan telah memberikan pendidikan serta pelatihan kepada karyawan mengenai kebijakan perusahaan dan fasilitas yang dimiliki. Adalah sangat penting apabila perusahaan mencari alternatif media dalam menyebarluaskan informasi secara efektif.
Menurut keduanya, penggunaan radio broadcasting merupakan salah satu alternatif yang bisa dipilih. Meski demikian, pemilihan radio broadcasting sebagai penyebarluasan informasi membutuhkan peraturan yang lebih seksama. Seperti misalnya, diperlukan sebuah frekuensi khusus dalam penggunaannya.
Guna mengatasi kesulitan yang ditemui dalam penggunaan radio broadcasting yang sangat padat jalur frekuensinya, perusahaan dapat memanfaatkan radio kabel. Pada penelitian yang dilakukan di PT SIER Rungkut Surabaya menunjukkan bahwa penggunaan radio kabel dapat mengurangi hilangnya komunikasi dan informasi tentang kebijakan manajemen.
Penggunaan radio kabel ternyata sangat efektif dan efisien dalam penyebaran informasi dan terutama tidak membutuhkan biaya yang mahal dalam pengadaannya.
Ruang Universitaria Edisi Kamis 15 Nov 2007

Informasi mengenai pekerjaan paruh waktu saya kira bisa Anda dapatkan dari mana saja. Misalnya kalau di Jakarta bahkan Anda bisa menemukan lowongan kerja paruh waktu pada selebaran-selebaran yang ditempelkan di mobil angkutan seperti mikrolet, angkot, metro mini atau Kopaja. Bisanya selebaran yang ditempel ini menawarkan kerja paruh waktu sebagai agen asuransi, atau sebagai agen penjual suatu produk kecantian, produk kesehatan, dll . Anda juga bisa mulai mencari informasi dunia kerja dari kampus. Nah, berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda laksanakan bagaimana mendapatkan informasi dunia kerja baik kerja paruh waktu maupun full time dari kampus :
1. Rajin-rajin melihat papan papan pengumuman di fakultas maupun rektorat. Biasanya di kampus-kampus suka memasang pengumuman informasi kerja dari perusahaan tertentu. Jika sesuai, buatlah surat lamarannya dan kirimkan ke perusahaan tersebut.
Ruang Universitaria Edisi Rabu 14 Nov 2007
Kamis, 08 November 2007
Ruang Universitaria Edisi Jumat 9 Nov 2007
Malam Keakraban atau Makrab merupakan tradisi rutin setiap tahun dilaksanakan untuk saling mengenal dan akrab antara mahasiswa baru dengan kakak tingkat dari berbagai angkatan. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi FISIP, Sabtu-Minggu (3-4/11) kemarin mengadakan Makrab yang bertajuk "Keakraban Lintas Angkatan Ilmu Komunikasi atau "KLIK" di Pantai Sapenan, Lampung Selatan.
Tema acara tersebut menurut rilis yang diterima redaksi, Rabu (7/11), terinspirasi dengan 10 tahun berdirinya Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP yakni "Satu Dekade Dalam Kebersamaan". Acara yang tersebut dihadiri lebih dari 100 orang dari angkatan 1998-2007, dan turut serta alumni dari luar kota yang menyempatkan hadir pada acara tersebut. Serta hadir pula Dedy Aprilani, S.A.B, dosen Administrasi Bisnis Fisip Unila yang mendampingi dan memberikan pengarahan kepada para mahasiswa baru saat tiba di Pantai Sapenan.
Sebagai refreshing setelah mengalami perjalanan memakan waktu sekitar dua jam, sehingga Panitia Pelaksana dari mahasiswa angkatan 2006 memberikan beberapa games seru pada mahasiswa baru yang disebut ice breaking dan permainannya menguji konsentrasi, kekompakan, kerjasama dan menempatkan diri.
Setelah acara perkenalan angkatan, dilanjutkan dengan Api Unggun yang di dalamnya berisi persembahan tiap angkatan seperti, Tari Sembah dari angkatan 2005 sebagai pengurus HMJ Komunikasi periode 2007-2008, menyanyi dan menari dari angkatan 2006 dan tidak kalah pula mahasiswa baru mempersembahkan lagu dan drama yang dimainkan beberapa orang angkatan 2007, serta persembahan dari angkatan lainnya.
Pesta kembang api menjadi penutup untuk memperingati lahirnya 10 tahun Komunikasi yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 1997. Beberapa kembang api yang berwarna-warni itu terlihat meluncur ke arah langit. Menambah suasana menjadi semarak cahaya di langit.
Esok Minggu pagi, para peserta mahasiswa baru berkumpul sejajar di pinggir pantai sambil berpegangan tangan erat. Mereka bersama-sama menerjang ombak laut yang dimaksudkan agar mahasiswa Komunikasi tidak takut akan halangan dan rintangan yang menghadang di kemudian hari. Selain itu mereka melatih kebersamaan dalam keluarga besar Komunikasi Unila.
Sementara acara ditutup kemudian kakak tingkat satu per satu memberikan selamat kepada mahasiswa baru atas masuknya mereka ke dalam bagian Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi.
KLIK yang merupakan salah satu kegiatan dari divisi Litbang bekerjasama dengan divisi Fotografi yang ditunjukkan adanya "Lomba Foto Makrab". Peserta diperuntukkan bagi mahasiswa Komunikasi dengan tema "Keakraban Dalam Bingkai Foto". Tidak hanya akrab bersama antar angkatan mahasiswa Komunikasi, tapi kebersamaan Makrab yang tersirat dapat disampaikan dalam sebuah foto yang akan selalu dikenang.
Senin, 05 November 2007
Ruang Universitaria Edisi 6 Nov 2007

Rabu, 31 Oktober 2007
Ruang Universitaria Edisi 2 Nov 2007

Dalam sambutannya Kepala Bidang Minat, Bakat dan Penalaran Direktorat Kemahasiwaan IPB, Bambang Riyanto, MSi. mewakili Wakil Rektor III mengatakan kepemimpinan dan organisasi kemahasiswaan diharapkan menjadi penggerak utama pertanian Indonesia serta dunia di masa yang akan datang.
"Mari kita bangun kepemimpinan dan organisasi kemahasiswaan supaya pertanian tetap menjadi jati diri bangsa. Semoga semangat ini dapat terus ditularkan kepada semua anak bangsa yang ada, sehingga bangsa ini dapat tumbuh dengan alami dan mandiri," kata Bambang
Menurut Bambang, tugas utama mahasiswa adalah berprestasi tinggi di bidang akademik dengan selalu berpegang teguh aturan ilmiah dan core dari visi perguruan tinggi. Sesuai visinya sebagai perguruan tinggi dibidang Pertanian, IPB harus mampu membentuk mahasiswa dan lulusannya agar memiliki visi membangun dan memajukan bidang pertanian.
"Pembinaan kegiatan kemahasiswaan hendaknya mengandung unsur ini," lanjutnya
Lanjut Bambang, peserta yang ikut dalam pelatihan ini nantinya akan menjadi pemimpin organisasi kemahasiswaan IPB. Para pemimpin organisasi memiliki pengaruh cukup kuat untuk mengarahkan jenis-jenis kegiatan kemahasiswaan di IPB. Oleh karena itu, pembinaan para pimpinan organisasi ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebagai salah satu kunci keberhasilan pengembangan program soft skills di kalangan mahasiswa.
Pelatihan ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan berbagai soft skills dalam hal peningkatan kreatifitas, keingintahuan dan komitmen. Bambang melanjutkan, jika soft skills tersebut telah tumbuh di diri para pimpinan organisasi, maka diharapkan kegiatan kemahasiswaan IPB akan memfasilitasi pengembangan soft skills.
Untuk meningkatkan kualitas lembaga dan organisasi kemahasiswaan, itu dalam pemilihan pejabat Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) IPB yang akan datang dituntut menerapkan ketentuan seperti yang tercantum dalam memperoleh beasiswa unggulan Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS).
Kriteria standar Depdiknas antara lain berupa seleksi berkas data pribadi, TPA, TOEFL, test wawancara (menguji kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual). Di samping itu, nilai tambah berupa prestasi non-akademis seperti pemenang lomba iptek tingkat nasional, pemenang lomba karya ilmiah remaja tingkat nasional, pemenang lomba bidang olahraga tingkat nasional, pemenang lomba bidang seni dan bahasa tingkat nasional, dan pemenang lomba bidang MIPA tingkat nasional.
Kriteria lain pejabat BEM harus mahasiswa prestasi minimal di tingkat nasional, serta pernah memimpin salah satu unit kegiatan mahasiswa atau himpunan profesi mahasiswa dengan anggota minimal 100 anggota.
"Dengan pendekatan ini, diharapkan ikut mempercepat IPB menuju world class university," tambah Bambang.
"Pejabat BEM harus merupakan mahasiswa prestasi minimal di tingkat nasional, serta pernah memimpin salah satu unit kegiatan mahasiswa atau himpunan profesi mahasiswa dengan anggota minimal 100 anggota. Dengan pendekatan ini, diharapkan ikut mempercepat IPB menuju world class university".
Pelatihan Kepemimpinan dan Manajeman ini terbagi dua bentuk kegiatan utama yaitu: Indoor dan outdoor. Indoor berupa kegiatan di dalam ruang kelas yang tekanannya lebih diarahkan pada perubahan pola pikir (mind frame).
Materi pelatihan yang disampaikan Agus Setiana, MS meliputi personality dan motivasi, persepsi, komunikasi, kerjasama, kreativitas dan keorganisasian, leadership-followership, serta teamwork. Sedangkan Outdoor merupakan aplikasi dari kegiatan indoor dengan aktivitas yang lebih menantang di lapangan.
Kegiatan outdoor terdiri atas sepuluh permainan manajemen diantaranya fun game, flying fox, dan sebagainya. Pelatihan ini merupakan salah satu pengembangan soft skill mahasiswa "BANGGA DAN CINTA PERTANIAN".
Selasa, 30 Oktober 2007
Ruang Universitaria Edisi Kamis 1 Nov 2007

Ruang Universitaria Edisi 31 Okt 2007

Pada semester pertama, salah satu mata kuliah adalah Metodologi Penelitian, mata kuliah ini pada dasarnya melatih mahasiswa bagaimana menyusun proposal tesis yang baik dan sempurna dengan mempergunakan teori metodologi penelitian yang diajarkan untuk memudahkan kita menyusun tesis, topik dan pokok permasalahan yang dipergunakan sebagai tugas dalam mata kuliah ini diusahakan yang benar-benar kita pahami permasalahannya. Selanjutnya dapat kita kembangkan menjadi topik dan permasalahan tesis pada masa yang akan datang. Dalam mengembangkan topik dan permasalahan itu jangan lupa kita lakukan pra seminar dengan kawan-kawan sekelas dan minta tanggapan dari dosen pengampu mata kuliah metodelogi penelitian. Tujuan pra seminar adalah untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan dalam proposal sebagai tugas akhir mata kuliah ini.
Persiapan Draf Proposal Tesis.
Pada semester kedua kita melakukan persiapan bahan dan teori dengan mengumpulkan buku-buku yang berhubungan dengan topik dan permasalahan yang ingin kita kembangkan dalam penyusunan tesis. Pada semester ini sambil mengikuti kuliah kita menyusun draf proposal tesis, apabila draf proposal sudah rampung konsultasi dengan dosen pembimbing akademik yang telah ditentukan oleh pengelola program. Dalam konsultasi tersebut tentunya ada arahan dan saran perbaikan dari dosen pembimbing akademik, arahan pembimbing kita catat dalam buku khusus untuk menyempurnakan draf proposal. Pada semester dua ini merupakan titik fokus dalam penyelesaian draft proposal. Tugas-tugas makalah mata kuliah kita hubungkan dengan topik dan permasalahan tesis, sebagai latihan dalam penyelesaian tesis nanti.
Seminar Proposal
Seminar proposal kita usahakan pada akhir kuliah semester ke dua, agar pada Saat libur semester ke dua kita dapat memanfaatkan waktunya untuk penelitian. Sebelum penelitian kita harus mempersiapkan kerangka-kerangka pertanyaan yang berhubungan dengan indikator-indikator yang ingin kita teliti. Masa penelitian biasanya antara satu sampai tiga bulan, ini sangat tergantung jenis penelitian yang kita pergunakan. Sambil kita melakukan penelitian kita dapat sekaligus mengolah data yang kita peroleh dari penelitian karena dari hasil olahan sementara kita dapat mengetahui data dan informasi yang perlu dilengkapi. Hal ini untuk memudahkan dalam proses penyususnan tesis.
Penyusunan Tesis
Penyusunan tesis dapat kita lakukan pada semester ketiga. pada semester ini kita mempunyai waktu yang cukup karena hanya tinggal tiga mata kuliah yang harus kita selesaikan. Mata kuliah pada semester tiga biasanya padat dengan tugas-tugas makalah, tugas-tugas tersebut dapat kita manfaatkan untuk menghubungkan dengan data dan informasi hasil penelitian kita. Tugas makalah itu sangat membantu mahasiswa dalam rangka melakukan pra analisis, yang selanjutnya menjadi acuan dalam mengembangkan analisis pada tesis. Pada semester ketiga ini, disamping kita menyelesaikan tugas mata kuliah wajib kita harus mengkonsentrasikan diri pada penyelesaian penyusunan tesis. Setiap hambatan jangan lupa konsultasi dengan pembimbing agar kita mendapat arahan dan masukan dalam penyempurnaan penyusunan tesis. Pada setiap kesempatan membentuk tim kecil sesama rekan-rekan kelas untuk membahas dan mendapat kritikan. Kritikan itu sangat berguna untuk mematangkan draf tesis kita, disamping itu juga berguna sebagai bekal dalam dalam menghadapi ujian tesis.
Ujian Tesis.
Ujian tesis kita upaya pada akhir kuliah semester ketiga, setelah seluruh mata kuliah telah kita selesaikan. Pada akhir semester tiga ini rancangan tesis kita usahakan harus sudah disetujui oleh kedua pembimbing. yaitu pembimbing pertama dan kedua. Apabila sudah disetujui pembimbing kita daftarkan segera untuk mengikuti ujian tesis dan disertai dengan persyaratan administrasi lainnya seperti toefl. Sebelum kita mengikuti ujian tesis kita harus mendalami secara matang agar dalam ujian dapat kita jelaskan secara sempurna dan terinci. Kita sadari bahwa dengan keterbatasan waktu tim penguji tesis kita tidak seluruhnya terbaca. Oleh karena itu kita harus dapat menggambarkan secara terinci dan dapat menyakinkan tim penguji setiap pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan.
Minggu, 28 Oktober 2007
Ruang Universitaria Edisi Senin 29 Okt 2007

Pada tanggal 10 Nopember 1957, Yayasan mendirikan “PERGURUAN TEKNIK 10 NOPEMBER SURABAYA” yang pendiriannya diresmikan oleh presiden Soekarno. Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya hanya memiliki dua jurusan yaitu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin. Kemudian diubah menjadi “INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER DI SURABAYA” dan menambah jurusan yaitu: Teknik Elektro, Teknik Perkapalan, dan Teknik Kimia. Jurusan- jurusan tersebut kemudian berubah menjadi fakultas. Kemudian dengan peraturan pemerintah No. 9 tahun 1961 (ditetapkan kemudian pada tanggal 23 Maret 1961) ditetapkan bahwa Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pertama adalah tanggal 10 Nopember 1960.
Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1965 berdasarkan SK Menteri No. 72 tahun 1965, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ( ITS ) membuka dua fakultas baru, yaitu, Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.
Rencana Induk Pengembangan ITS menarik perhatian Asian Development Bank (ADB) yang kemudian menawarkan dana pinjaman sebesar US $ 25 juta untuk pengembangan empat fakultas, yaitu, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, dan Fakultas Teknik Kimia.
Dalam perjalanan pengembangannya, ITS pada tahun 1983 mengalami perubahan struktur organisasi yang berlaku bagi universitas atau institut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980, Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1981 dan Keputusan Presiden No. 58 tahun 1982, ITS berubah menjadi hanya 5 fakultas saja, yaitu Fakultas Teknik Industri, Fakultas Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Non Gelar Teknologi (Program-Program Non Gelar).
Sejak tahun 1991 terjadi perubahan menjadi 4 fakultas, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK). Jurusan yang ada di Fakultas Non Gelar Teknologi diintegrasikan ke jurusan sejenis di 2 fakultas (FTI dan FTSP). Selain itu ITS juga mempunyai 2 Politeknik yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Pada tahun 1994 kembali ITS memperoleh dana pinjaman ADB sebesar US $ 47 juta untuk pengembangan semua fakultas dengan fokus teknologi kelautan. Program ini selesai pada April 2000. Selain itu ITS juga telah memperoleh dana hibah dari pemerintah Jerman/GTZ (1978-1986) untuk pengembangan Fakultas Teknik Perkapalan.
Tahun 2001, berdasarkan SK Rektor tanggal 14 Juni 2001, ITS membentuk fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) dengan 2 jurusan/program studi: Jurusan Teknik Informatika dan Program Studi Sistem Informasi.
Prestasi :
Kamis, 25 Oktober 2007
Ruang Universitaria Edisi Jum'at 26 Okt 2007

Rabu, 24 Oktober 2007
Ruang Universitaria Edisi Kamis 25 Okt 2007

Sistem Informasi Manajemen Kampus (SIMKA) adalah sistem yang digunakan untuk melakukan pengolahan data dan informasi kampus bagi kepentingan sivitas akademika serta kepentingan pihak ketiga (pemerintah dan publik). Sistem ini kami kembangkan bekerjasama dengan salah satu kampus di Jatim yaitu STIE Kesuma Negara Blitar sebagai pilot project sehingga nantinya jika sistem ini digunakan oleh perguruan tinggi lain maka diharapkan memiliki kecocokan sistem yang mendekati 100%.
Tentu saja, dikarenakan SIMKA ini dibuat untuk sistem pendidikan perguruan tinggi di Indonesia, maka sistem ini akan selalu mengikuti perkembangan peraturan dan kebijakan pemerintah dalam pendidikan tinggi. Salah satunya adalah pelaporan persemester (EPSBED) perguruan tinggi. Sistem Informasi Manajemen Kampus ini tentunya juga memiliki fitur export data ke format database yang digunakan DIKTI dalam pelaporan EPSBED sehingga perguruan tinggi yang menggunakan SIMKA tidak perlu repot-repot lagi melakukan input data dua kali.
Selain fitur export data ke EPSBED yang menjadi unggulan kami, berikut adalah beberapa keunggulan lainnya :
1.Berbasis web sehingga tidak membutuhkan software OS yang mahal untuk mengaplikasikannya. Bisa juga dipakai OS yang open source seperti Linux sebagai OS di server untuk meminimalkan biaya.
2.Kemudahan dalam penggunaannya karena memiliki menu-menu yang terbagi secara sistematis dan mudah dipahami (user-friendly interface).
3.Berbahasa Indonesia
4.Kustomisasi minor sesuai kebutuhan perguruan tinggi yang bersangkutan. Minor disini adalah selama tidak merubah sistem dan struktur database yang ada
5.Patch dan bug fixed gratis setiap kali kami meluncurkan versi baru
6.Bimbingan Penggunaan SIMKA melalui Pelatihan Terjadwal untuk 2 orang administrator.
7.Dukungan Bantuan dan Pemeliharaan SIMKA melalui telepon, chat, email, dan sms
8.Kunjungan maksimal 2 kali dalam sebulan tetapi sifatnya tidak wajib, hanya jika diperlukan (tergantung kebutuhan dan perjanjian). Kunjungan diluar kota Blitar dan Malang dikenakan biaya transportasi dan akomodasi.
Sistem Informasi Manajemen Kampus (SIMKA) ini dibangun bagi kebutuhan perguruan tinggi akan pengelolaan data dan informasi kampus melalui teknologi informasi untuk memudahkan institusi perguruan tinggi, mahasiswa dan dosen, serta masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan cepat tentang perkembangan perguruan tinggi tersebut. Oleh karena itu Sistem Informasi Manajemen Kampus (SIMKA) ini terdiri dari beberapa aplikasi diantaranya :
1.Sistem Informasi Umum (Portal Kampus).
Sistem Informasi Umum (Portal Kampus) dibangun sebagai suatu sistem yang bisa berdiri sendiri tanpa tergantung sub-sistem dalam SIMKA lainnya. Sistem Informasi Umum (Portal Kampus) memiliki fitur-fitur yaitu Profil Perguruan Tinggi (Visi, Misi, Fasilitas, Program Studi, dll), Info Fasilitas, Berita dan Artikel, Agenda/Kalender Akademik, Forum, Galeri Foto, Admisi Online, Pesan antar mahasiswa atau dosen dan Buku Tamu
2.Sistem Informasi Akademik
Sistem Informasi Akademik dibangun menggunakan sistem bertingkat sesuai dengan tugas dan tanggung-jawab masing-masing bagian dalam perguruan tinggi, yaitu :
A. Administrator,
memiliki fungsi sebagai pengendali utama sistem informasi akademik yang memiliki menu :
-Master Data : Pengelolaan data Profil Perguruan Tinggi dan BP-PT, Pengaturan data pimpinan dan program studi, Pengelolaan data dosen dan karyawan
-Transaksi Akademik : Pengaturan Admisi Maba dan KRS/KHS Manual
-Manajemen Sistem : Penentuan Hak Akses untuk setiap bagian sistem, Optimize Database dan Ubah Password Administrator
-Laporan-Laporan : Cetak Laporan Evaluasi Diri dan Laporan Pendukung Akreditasi
-Konversi Database ke EPSBED Dikti
B. Jurusan,
memiliki fungsi pengaturan kegiatan perkuliahan, penelitian dan pengabdian masyarakat mahasiswa sesuai dengan jurusan/program studi masing-masing, dengan menu-menu :
-Pengaturan Mata Kuliah dan Cetak Daftar Mata Kuliah Per Semester
-Manajemen Pindah Kelas/Jurusan
-Pengaturan Pembimbing Akademik
-Manajemen Tugas Akhir : Pengelolaan Pembimbing KKN/PKN, Pengelolaan Pembimbing Skripsi, dan Pengelolaan Master Judul Skripsi Mahasiswa
-Ubah Password Admin Jurusan
C. Tata Usaha / Pengajaran,
memiliki fungsi mengelola kegiatan belajar mengajar agar memiliki sinergi antar jurusan sehingga kegiatan perkuliahan tidak tumpang tindih antar jurusan. Menu-menunya antara lain :
-Pemilihan Jurusan yang akan dikelola
-Master Kegiatan Akademik : Pengaturan Semester Aktif, Pengaturan Jam Kuliah dan Jam Ujian, Pengaturan Bobot Nilai Huruf, Penentuan Konversi Nilai Angka ke Huruf, Pengaturan Konversi Kurikulum dan Cetak Data Konversi Kurikulum
-Master Kemahasiswaan : Data Kapasitas Maba, Pengelolaan Biodata Mahasiswa, Cetak Info dan Status Mahasiswa
-Perkuliahan : Data IP/IPK dan SKS Kumulatif Mahasiswa per angkatan, Pengelolaan Kelas Gabungan antar Jurusan, Pengaturan Jadwal Kuliah Dosen dan Kelas, Pelaporan Aktifitas Kelas (Total Dosen Masuk, Jumlah Mahasiswa per Kelas, Cetak Absensi, Cetak Daftar Hadir Ujian, Cetak Daftar Nilai), Cetak Jadwal Mata Kuliah, Pengelolaan Ujian Skripsi, Generate Nilai Sementara dan Cetak KHS Mahasiswa
-Ubah Password administrator Tata Usaha
D. Dosen,
yang digunakan untuk kegiatan proses belajar mengajar dan berinteraksi dengan mahasiswa. Terdiri dari menu-menu :
-Perkuliahan : Info Jadwal Mengajar dan Kegiatan e-Learning (Pemberian Materi Kuliah, Tugas, Tanya Jawab/Kuis dan Pembuatan Satuan Acara Perkuliahan) untuk mahasiswa
-Pengelolaan Nilai Hasil Studi Mahasiswa : Pembobotan Komponen Nilai (Kompetensi, Absensi, Ujian Tengah Semester, dan Ujian Akhir Semester), Pemasukkan dan Penghitungan Nilai Akhir Mahasiswa serta Cetak Daftar Peserta dan Nilai Akhir (DPNA).
-Kegiatan Bimbingan : Bimbingan KKN/PKN dan Bimbingan Skripsi Mahasiswa jika ditunjuk menjadi pembimbing.
-Biodata : Lihat Biodata Dosen, Ubah Biodata dan Ubah Password
E. Mahasiswa,
yang digunakan untuk memantau kegiatan akademik dan berinteraksi dengan dosen. Terdiri dari menu-menu :
-Perkuliahan : Info Jadwal Kuliah, Pengaturan Kartu Rencana Studi, Kegiatan e-Learning (Materi Kuliah, Tugas, Tanya Jawab/Kuis dan Info Satuan Acara Perkuliahan)
-Nilai Hasil Studi : Info Kartu Hasil Studi dan Transkrip Sementara Mahasiswa
Keuangan (jika Sistem Informasi Keuangan diaktifkan) : Info Tagihan Pembayaran dan Rekap Pembayaran Kumulatif
-Kegiatan Bimbingan : Bimbingan KKN/PKN dan Bimbingan Skripsi Mahasiswa dengani pembimbing yang ditunjuk.
-Biodata : Lihat Biodata Mahasiswa, Ubah Biodata dan Ubah Password
3.Sistem Informasi Sarana dan Prasarana,
memiliki fungsi untuk pengelolaan aset perguruan tinggi yang terdiri dari deskripsi aset, penomoran aset, lokasi aset dan jumlah aset.
Sistem Informasi KeuanganSistem Informasi Keuangan dibangun berdasarkan kebutuhan akan kemudahan pengelolaan data keuangan bagi mahasiswa dan dosen/karyawan. Sistem ini tidak bisa berdiri sendiri dan implementasinya tergantung pada Sistem Informasi Akademik. Fitur-fitur dalam Sistem Informasi Keuangan ini digunakan untuk membuat data pembayaran biaya pendidikan mahasiswa, seperti SPP, uang pembangunan, dll. Data pembayaran tersebut dapat ditampilkan dalam berbagai format laporan yang akan memudahkan bagian keuangan dalam melakukan pemeriksaan dan evaluasi, seperti :
A.Keuangan Mahasiswa per jurusan yang terdiri dari Pengaturan Harga SKS, Info Pembayaran Mahasiswa, Tagihan Mahasiswa, Laporan Keuangan Mahasiswa per hari, bulan, semester dan tahunan, Cetak KRS dan Cetak KTM (akan dicetak jika mahasiswa sudah memenuhi kewajiban keuangannya).
B.Keuangan Dosen dan Karyawan yang terdiri dari Pengelolaan honor mengajar, gaji pokok, tunjangan, honor lain-lain, transaksi mengajar dosen serta cetak Slip Gaji
4.Sistem Informasi Perpustakaan
Sistem Informasi Perpustakaan dibangun sebagai sistem yang bisa berdiri sendiri tetapi tetap bisa diintegrasikan secara utuh dalam SIMKA. Dengan demikian Sistem Informasi Perpustakaan ini bisa dijalankan tanpa SIMKA ataupun dengan SIMKA. Fitur-fitur dalam Sistem Informasi Perpustakaan adalah :
A. Portal Perpustakaan, yang berisi Profil Perpustakaan, Info Fasilitas, Berita dan Artikel,
Agenda/Kalender Kegiatan, Galeri Foto, dan Buku Tamu.
B.Sistem Katalog yang terdiri dari Pengelolaan katalog perpustakaan dan Manajemen Arsip Digital termasuk print-out database katalog dalam berbagai format.
C.Sistem Transaksi Keanggotaan yang terdiri dari Pengelolaan anggota, Transaksi peminjaman dan pengembalian buku, sistem denda, dan pencetakan kartu anggota.
5.Sistem Informasi Alumni
Sistem Informasi Alumni juga dibangun sebagai sistem yang bisa berdiri sendiri tetapi tetap bisa diintegrasikan secara utuh dalam SIMKA. Fitur-fitur dalam Sistem Informasi Alumni adalah berisi Profil Lembaga Alumni, Pengiriman Pesan antar Anggota, Berita dan Artikel, Agenda/Kalender Kegiatan, Galeri Foto, Forum dan Buku Tamu