more than just radio

more than just radio
pro2
Tampilkan postingan dengan label MALE TALK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MALE TALK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Maret 2008

MALE TALK EDISI KAMIS 27 MARET 2008

KENAPA PRIA LEBIH CENDRUNG MENYUKAI SITUS PORNO....???
sumber : dari segala sumber
oleh : DEEMAZ
Annoucers : Alvin alhadi

Pendengar pro2 sekarang ini di setiap media baik cetak maupun elektronik perbincangan mengenai situs porno semakin hangat apalagi dari pemerintah saat ini sudah membuat RUU mengenai pelarangan dari situs porno ini dan rencananya pada bulan April depan pemerintah akan menutup semua situs-situs porno yang ada,nah pendengar pro2 gag ada salahnya juga malam hari ini kita ngobrol-ngobrol dikit tentang situs porno....
pria lebih sering membuka situs porno...???
sebuah penilitian yang dilakukan oleh Pew Internet & American Life Project, pengguna yang paling sering mengakses internet adalah pria. Bahkan tak jarang pria lebih suka mengakses internet lewat koneksi broadband daripada wanita.

menurut Deborah Fallows, Peneliti Pew seperti dikutip detikinet dari Reuters "Pria cenderung tertarik dengan aktivitas online yang jauh dari orientasi interaksi, sementara wanita cenderung mengakses hal-hal yang berkaitan dengan hubungan sosial,"
Kebanyakan pria mengakses internet untuk bersenang-senang. Terbukti dengan 70 persen pria sengaja menghabiskan waktunya di internet, sedangkan wanita hanya sebesar 63 persen.

Selain itu, pria ternyata lebih menyukai musik, melihat webcam, dan membeli konten digital. Sedangkan wanita lebih dominan menjadi pengakses e-mail. Lewat e-mail, mereka biasanya 'curhat', memecahkan masalah atau untuk memperluas jaringan teman dan keluarga.

Menurut Fallows, sekitar 68 persen pria dan 66 persen wanita memakai internet untuk mencari informasi dan menggunakannya sebagai alat komunikasi yang efisien.

Resiko Internet

Selama 10 tahun belakangan ini, kaum adam ternyata lebih berani mengambil resiko dalam berinternet. 21 persen pria mengaku sering mengakses situs porno, sementara wanita hanya sebesar 5 persen. Menurut Pew, angka tersebut sebenarnya masih jauh dari yang sesungguhnya, karena diantara mereka masih ada yang malu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sebanyak 74 persen wanita mengaku lebih menyukai konten kesehatan atau informasi medis, sementara hanya 58 persen pria yang melakukan hal yang sama. Sedangkan untuk informasi agama, wanita lebih getol mengakses dengan persentase sebanyak 34 persen, sementara pria hanya 25 persen.

Untuk pemakai koneksi broadband, pria mendominasi dengan 78 persen, sementara wanita hanya sebesar 69 persen.

Pengguna internet wanita yang berkisar antara 18-29 tahun tercatat sebanyak 86 persen, sementara pria 80 persen. Untuk seseorang yang berusia diatas 65 tahun pria memiliki persentas sebesar 34 persen sedang wanita sebanyak 21 persen.


Pada 2004, sebanyak 22 persen remaja putri mulai menggunakan blog, sementara remaja putra hanya sebanyak 17 persen. Remaja putra lebih sering men-download video dengan persentase sebanyak 34 persen, sementara remaja putri hanya sebanyak 24 persen.

ditekankan oleh fallows "Remaja putri mungkin lebih sedikit melakukan sesuatu terhadap internet daripada remaja pria, seperti download, tetapi yang paling penting teknologi tidak pernah membedakan mereka,"
Fallows juga memprediksi wanita akan mengalahkan dominasi pria dalam mengakses internet, setelah remaja putri tersebut tumbuh besar. Survey tersebut diambil dari tahun 2000 hingga 2007, dengan 6.403 responden pada tahun 2007.

sedangkan alasan mengapa pria lebih suka membuka situs porno???para pria mungkin punya alasannya sendiri. namun darisebuah website yang saya baca, berdasarkan sebuah penelitian katanya,70% pengunjung situs porno adalah kaum adam. Ini membuktikan ketertarikanyang besar dari para pria untuk melihat ataupun sekedar iseng melongok situs situs porno yang menyajikan banyak gambar gambar vulgar tersebut. Bahkan data di google trends menunjukkan adanya kenaikan volume pencarian dengankeyword "video Porno".
Menurut Kasandra, salah seorang pengamat psikologi, Para pengguna internet akan melalui kecanduan cyber sex melalui beberapa tahapan. Tahap pertama, sebatas ketertarikan terhadap materi materi pornografi. Lama kelamaan, ingin mendapat lebih banyak materi pornografi lainnya. Kedua,eskalasi, wiring dengan waktu, untuk memuaskan kebutuhan seksnya cyber sex akan mencari materi yang lebih hot & ini membuat mereka susah untuk meninggalkannya. Pada tahap lebih fatal, pecandu cyber sex mungkin lebih senang masnibasi dengan komputer dibandingkan dengan berhubungan seksual nyata. Pada kondisi tertentu juga ada yang ingin merealisasikan seks maya kedunia nyata, inilah yang bisa berdampak buruk dalam kehidupan berumahtangga.

Rabu, 31 Oktober 2007

MALE TALK Edisi 1 Nov 2007



TEKNOSEKSUAL








Ada teknofobia – menampik teknologi; ada teknofilia – mencintai teknologi secara membuta. Tapi ada juga teknoseksual – para pria yang sadar melengkapi diri dengan peralatan (gadget) dan permainan serba teknologis dan canggih. Dari hp sampai audio-visual, home theater, mobil mainan, mobil sungguhan, peralatan memancing dan berburu, dll – yang diincar selalu yang terbaru dan tercanggih. Mereka di sekitar kita – seperti tak mengenal rasa puas teknologi!
Pria metroseksual, para pria yang senang berdandan, tampil resik, harum dan perlente, menyukai pergaulan dan kerja, selalu menjaga kebugaran dan tak sungkan "berlelah-lelah" merawat diri serta mengeluarkan biaya khusus untuk mendapatkannya – sudah menjadi pemandangan lumrah di sekitar kita. Dan kebiasaan lain yang tujuannya juga memaksimalkan penampilan dan kehidupan mereka, sebagian dari para pria metroseksual ini selalu melengkapi diri dengan berbagai peralatan (gadget) serba canggih. Maka dari pria metroseksual – mereka juga menjadi pria teknoseksual. Dan bagi mereka, kasus-kasus di bawah ini cukup menjelaskan – bagaimana peralatan dan teknologi konsumen serba canggih – sebenarnya sudah menjadi bagian nyata dari gaya hidup yang kini semakin menyebar dalam kehidupan kita.

Pada tahun 2000, misalnya, dunia bisnis pertunjukan musik rock dikejutkan oleh teknik pemasaran baru oleh grup musik Rolling Stone. Grup band yang lebih dikenal melalui sosok vokalisnya, Mick Jagger itu, dalam rangka mempromosikan dan terutama menjual tiket untuk pertunjukan keliling dunia yang berlabel "Tour Milenium" tersebut, semuanya dilakukan online. Sebuah pelaksanaan live show yang dulunya memerlukan barisan panjang tim promosi, tim penjualan tiket yang demikian banyak jumlahnya di berbagai tempat (atau negara), kini dapat "disederhanakan" melalui kecanggihan teknologi komputer dan internet. Semuanya dipermudah dalam "dunia maya" yang hasilnya ternyata luar bisa secara ekonomik.

Mengacu pada peristiwa ini, keberhasilan Deep Purple menggoyang Jakarta dan Bali pada tahun 2004, dalam pengakuan promotornya di beberapa media cetak Jakarta, sebagian besar "deal" bisnisnya ternyata juga dilakukan melalui jaringan internet. Hal ini menegaskan kembali manfaat besar dari penjualan buku ala Amazon.com sebagai terobosan canggih, ketika toko-toko buku di beberapa belahan dunia mulai mengalami sepi pengunjung. Pembeli cukup mengunjungi situs Amazon.com, mencari-cari buku yang diinginkan, lalu mengirimkan nomor rekening kartu kredit untuk pembelian. Jual beli dilakukan online dengan ringkas, lalu tak lama kemudian buku dikirimkan kepada si pembeli. Pembeli tak perlu lagi merepotkan diri harus keluar rumah untuk mengunjungi toko buku.

Dalam perspektif komputer dan internet sebagai salah satu peralatan yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari para pria teknoseksual, kasus Rolling Stone dan Deep Purple ini dapat terlaksana karena adanya peningkatan pemanfaatan teknologi "jaringan". Prinsipnya: manusia bersosialisasi secara produktif dengan teknologi jaringan (networking). Orang-orang mengolah dan meningkatkan kehidupannya dengan memanfaatkan lingkungan dan peralatan teknologi secara "win-win". Dan manusia terkaya di dunia saat ini, Bill Gates, adalah manusia pertama yang berhasil memanfaatkan jaringan dunia maya yang dihasilkan komputer diadaptasi dari proyek militer ARPANET, yang kini dikenal di seluruh dunia secara sederhana sebagai internet, intranet, atau net-net lainnya. Visi teknologi informasi (IT) dan impian bisnis Bill Gates, terintegrasi maksimal dengan memanfaatkan jaringan dunia maya. Hasilnya, semua orang di muka bumi kini dapat berinteraksi dengan sangat mudah, cepat, murah, dan online.

Hal ini jugalah yang disadari produser film Spiderman, yang dalam tiga hari saja langsung meraup penjualan lebih dari US$ 100 juta. Bukan saja akibat pemberitaan tentang keberadaan film itu yang segera menyebar, hingga mampu menjaring penonton di seluruh dunia secara bersamaan. Tapi juga dari penjualan merchandiser di luar pertunjukan filmnya. Hal yang dilakukan secara dini sebenarnya, dekade lalu, oleh Michael Jackson. Ia mampu menjadi manusia kaya raya, bukan karena pertunjukannya telah disaksikan banyak orang; melainkan setelah atau sebelum menonton, para penggemarnya membeli kaset dan merchandiser-nya.

Selain perluasan manfaat penggunaan jaringan, apa yang menjadi prinsip teknologi komputer (dan internet), juga produk teknologi konsumen lainnya yang banyak digunakan para pria teknoseksual yang membuatnya semakin relevan adalah efisiensi. Efisiensi adalah kualifikasi gaya hidup yang menghargai ketepatan "daya guna", yang sangat diminati para pria peminat teknologi dan pengguna gadget ini. Hal ini bisa diilustrasikan lewat sebuah mesin mobil: semakin mudah mesinnya berputar dan bekerja, semakin sedikit bahan bakar diperlukan, semakin sedikit biaya dikeluarkan untuk menjalankannya. Semakin cepat pemanfaatan waktu, semakin cepat pula hubungan antara satu dan lainnya di mana pun, kapan saja, dilangsungkan. Sebab, waktu bagi para pria teknoseksual ini tidak lagi sekadar: time is money – tapi juga: idea is money.

Lalu, fenomena menarik yang juga mengubah pola pria teknoseksual ini dalam memanfaatkan komputer dan internet, atau teknologi konsumen lainnya adalah penyempurnaan fasilitas teknologi pada peralatan itu sendiri – yang membuat mereka pun tak pernah usai oleh satu tahap perkembangan. Di bidang teknologi produk peralatan komunikasi misalnya, semakin maju dan berkembangnya teknologi, semakin condong para pria ini menginginkan sebuah perangkat (apakah ponsel, communicator atau PDA) yang merupakan sebuah kesatuan dan mampu melakukan segala aktivitas digital (nirkabel atau tidak), termasuk menggunakan foto digital.

Hingga perkembangan gaya hidup para pria teknoseksual pengguna teknologi konsumen ini, seperti digambarkan John Naisbitt (2001) – sejak kedatangan jam putar (1876) dan jam yang dioperasikan dengan baterai (1956) – adalah berlangsungnya pergeseran gaya hidup dari zaman high- touch ke zaman high-tech. Bila pada masa high-touch bahasa waktu yang umum dikenal ditetapkan oleh irama alam: pasang-surutnya air laut, siklus rembulan, musim, bintang, terbitnya matahari, terbenamnya matahari, bayang-bayang – maka frase yang umum digunakan dewasa ini adalah: tidak ada waktu, quick time, real time, face time, waktu tenggat, check list, multitask, ketinggalan, mencari waktu, menyediakan waktu, kehilangan waktu, mengisi waktu, membunuh waktu, membuang-buang waktu, tepat waktu, terlambat, kerangka waktu, fast-forward.
Created By : EchO

Kamis, 25 Oktober 2007

MALE TALK Edisi Kamis 25 Okt 2007

Pria sebagai Penyebab Sulit Punya Anak


INFERTILITAS adalah suatu keadaan pasangan yang sudah menikah lebih dari satu setengah tahun tanpa kontrasepsi, tidak punya anak. Angka satu setengah tahun ditetapkan, karena biasanya 85 persen pasangan dalam satu setengah tahun sudah memiliki keturunan. Ini berarti, 15 persen pasangan usia subur punya masalah ini.
Kenyataan menunjukkan, 40 persen masalah yang membuat sulit punya anak terdapat pada wanita, 40 persen pada pria, dan 30 persen pada keduanya. Jadi, tidak benar anggapan bahwa kaum wanita lebih bertanggung jawab terhadap kesulitan mendapatkan anak.
Walaupun masalah infertilitas tidak berpengaruh terhadap aktivitas fisik sehari-hari dan tidak mengancam jiwa, bagi banyak pasangan hal ini berdampak besar terhadap kehidupan berkeluarga. Sudah tentu faktor psikokultural mempengaruhi sikap pasangan terhadap masalah ini, termasuk upaya-upaya irasional untuk punya anak. Memang apa yang dilakukan penderita tidak dapat disalahkan sepenuhnya, karena ilmu kedokteran yang mutakhir sekalipun belum dapat menjawab seluruh masalah infertilitas secara memuaskan.
Pemeriksaan dokter terhadap pria penderita infertilitas dilakukan seperti layaknya pada penderita pada penyakit lain, namun disertai dengan pemeriksaan sperma. Pemerik-saan ini untuk melihat potensi pria untuk membuahi. Bila ada masalah, barulah dilakukan pemeriksaan lain yang lebih mendalam.

Penyebab
Seperti halnya penanggulangan penyakit pada umumnya, usaha pertama yang selalu harus diusahakan adalah mencari penyebab infertilitas.
Evaluasi terhadap pria penderita infertilitas yang datang ke klinik infertilitas bagian Urologi RSUPN Cipto Mangunkusumo menunjukkan, 20-25 persen penderita tidak diketahui penyebabnya. Besar kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik karena penelitian mutakhir mengarah pada adanya kelainan di kromosom.
Penyebab terbanyak infertilitas pria adalah pelebaran pembuluh darah balik/vena di sekitar buah zakar yang disebut varikokel. Pada pemeriksaan fisik, hal ini ditemukan dalam bentuk benjolan di bagian atas buah zakar yang akan bertambah besar dan nyata bila mengejan. Yang lebih sering kena adalah buah zakar kiri.
Sebagian besar varikokel tidak disertai rasa sakit walaupun ada juga yang mengeluh pegal-pegal di daerah tersebut. Varikokel ditemukan pada 40 persen penderita. Temuan ini tidak jauh berbeda dengan temuan salah satu pusat penanggulangan infertilitas terkenal di Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, yaitu 42 persen.
Penyebab lain dari infertilitas pada pria adalah sumbatan/obstruksi pada saluran sperma. Jadi walaupun spermatozoa diproduksi dengan baik, tetap tidak dapat disalurkan. Biasanya hal ini diakibatkan oleh terjadinya infeksi maupun bawaan dari lahir karena tidak terbentuknya sebagian saluran sperma. Hal ini terjadi pada 15 persen penderita.
Pada 20 persen sisanya, infertilitas diakibatkan oleh berbagai faktor, misalnya gangguan hormon, kelainan bawaan, pengaruh obat, gangguan ereksi atau ejakulasi, radiasi, keracunan pestisida, gangguan imunologi, operasi di daerah panggul, dan lain-lain.
Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab itu, beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah maupun menanggulangi infertilitas.

Pencegahan infertilitas

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

1.Berbagai macam infeksi diketahui menyebabkan infertilitas terutama infeksi prostat, buah zakar, maupun saluran sperma. Karena itu, setiap infeksi di daerah ini haruslah ditangani secara serius.

2.Beberapa zat dapat meracuni pertumbuhan sperma. Banyak penelitian menunjukkan pengaruh buruk merokok terhadap jumlah dan kualitas sperma. Walaupun tiap penelitian berbeda dalam menentukan jumlah batang rokok yang berpengaruh, sudah cukup alasan bagi pria dengan jumlah dan kualitas sperma kurang untuk berhenti merokok.

3.Alkohol dalam jumlah banyak dihubungkan dengan rendahnya kadar hormon testosteron yang tentu akan mengganggu pertumbuhan sperma. Mariyuana juga dikenal sebagai salah satu penyebab gangguan pertumbuhan sperma, sehingga penghentian penggunaan mariyuana dan alkohol merupakan usaha preventif untuk infertilitas.

4.Cukup banyak obat-obatan yang mempengaruhi sperma. Oleh karena itu, beri tahukan selengkapnya obat yang pernah dan sedang dipakai kepada dokter yang menolong Anda.

Penanggulangan infertilitas
Penanggulangan terbaik adalah dengan menangani penyebabnya. Sayang, tidak semua penyebab diketahui dan sebaliknya cukup banyak penderita yang diketahui penyebabnya, namun tidak dapat tuntas ditanggulangi.

1.Varikokel. Tindakan yang saat ini dianggap paling tepat adalah dengan operasi berupa pengikatan pembuluh darah yang melebar (varikokel) tersebut. Sebagian besar penelitian menunjukkan manfaat tindakan ini walaupun metodologi penelitiannya belum sempurna karena tanpa pembanding. Suatu penelitian dengan pembanding menunjukkan keberhasilan tindakan pada 66 persen penderita berupa peningkatan jumlah sperma dan kehamilan, dibandingkan dengan hanya 10 persen pada kelompok yang tidak dioperasi.

2.Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya merupakan masalah bermakna karena meliputi 20 persen penderita. Penanggulangannya berupa pemberian beberapa macam obat, yang dari pengalaman berhasil menaikkan jumlah dan kualitas sperma. Namun sebagian besar penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pembanding, tidak menunjukkan perbaikan bermakna.


3.Usaha menemukan penyebab di tingkat kromosom dan keberhasilan manipulasi genetik tampaknya menjadi titik harapan di masa datang.

4.Adanya penyumbatan di saluran sperma hanya dapat dipastikan dengan operasi. Bila sumbatan tidak begitu parah, dengan bantuan mikroskop dapat diusahakan koreksinya. Pada operasi yang sama, dapat juga dipastikan ada atau tidaknya produksi sperma di buah zakar.
Sesuai dengan kelainan yang ditemukan, maka penyebab lain bisa diatasi dengan koreksi hormonal dan penghentian obat-obatan yang diduga menyebabkan gangguan sperma.

5.Namun, usaha-usaha di atas ada kalanya belum berhasil untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma, sehingga diperlukan teknik reproduksi bantuan. Termasuk dalam hal ini adalah inseminasi bantuan dan inseminasi in-vitro (IVF/bayi tabung), yang sangat membantu mengatasi masalah infertilitas pria.
Misalnya, pria dengan jumlah sperma hanya 5-10 juta/cc (dari normal 20 juta) dapat mencoba inseminasi buatan. IVF hanya membutuhkan sperma 500.000 dengan angka kehamilan 30-35 persen.
Kemajuan yang paling menakjubkan dalam 7-8 tahun terakhir adalah IVF dengan teknik ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection) yang hanya membutuhkan beberapa spermatozoa untuk disuntikkan ke dalam sel telur ibu. Tingkat keberhasilannya hampir sama.

Penjelasan gamblang
Demikianlah gambaran sepintas masalah infertilitas pada pria. Usaha mempunyai keturunan yang sudah berlangsung berabad-abad memang akan berlangsung terus. Berbagai kemajuan telah dicapai walaupun ada satu hal yang tetap, yaitu harapan yang demikian besar dari penderita. Terkadang hal ini menyebabkan pilihan-pilihan dilakukan tanpa perhitungan matang.
Oleh karena itu, mintalah selalu kepada dokter Anda penjelasan yang gamblang tentang terapi yang ditawarkan, lengkap dengan kemungkinan keberhasilannya. Dengan cara ini Anda dapat lebih rasional melakukan segala pemeriksaan dan pengobatan, tanpa harapan yang berlebihan ataupun rasa putus asa.